Selamat tahun baru 2017 aku sampaikan untuk semuanya.
Kali ini aku ingin menulis tentang kemajuan teknologi tinggi yang telah dicapai bangsa Indonesia khususnya dibidang kedirgantaraan di tanah air.
Berbicara kedirgantaraan di tanah air tentu saja tidak akan lepas dari industri pesawat terbang nasional kita, yaitu PT. Dirgantara Indonesia. Yang mana pada akhir tahun 2016 yang baru saja berlalu telah menunjukan prestasinya yang cukup membanggakan yakni telah melaksanakan serah terima pesawat cn235 dengan AD TRADE Belgia untuk dioperasikan di Senegal. Inilah rinciannya:
PTDI kembali melakukan kegiatan ferry flight 1
(satu) unit pesawat terbang CN235-220M Multi Purpose yang dibeli oleh
A.D. Trade Belgia untuk Angkatan Udara Senegal, setelah sebelumnya pada tanggal
25 November 2016 melakukan ferry flight CN235-220M Multi Purpose Aircraft ke
Royal Thai Police. Ferry Flight CN235-220M Multi Purpose Aircraft yang
diperuntukkan bagi Angkatan Udara Senegal dilakukan pada hari ini tanggal 27
Desember 2016 di Hanggar Final Assy Fixed Wing PTDI, Jl. Pajajaran No. 154
Bandung.
Senegal Air Force Chief of Staff, General Birame Diop dan Deputy General
Director A.D. Trade, Belgia, Max Abitbul datang didampingi Direktur Utama PTDI,
Budi Santoso meninjau persiapan ferry flight pesawat terbang yang dibeli oleh
A.D. Trade Belgia untuk Angkatan Udara Senegal. Menteri Perindustrian,
Airlangga Hartarto turut pula hadir untuk menyaksikan ferry flight pesawat
CN235-220 Multi Purpose untuk Angkatan Udara Senegal.
Penandatangan kontrak pembelian telah ditandatangani tanggal 06 November 2014
oleh Direktur Utama PTDI, Budi Santoso dan Deputy General Director A.D. Trade,
Belgia, Max Abitbul pada event Indodefence Expo 2014. Kontrak pembelian ini
merupakan pembelian yang keempat kalinya. Sebelumnya A.D. Trade Belgia juga
telah membeli 3 (tiga) unit CN235 dari PTDI. Ketiga unit CN235 yang dibeli
melalui A.D. Trade Belgia telah digunakan oleh Burkina Faso sebanyak 2 (dua)
unit dan Venezuela sebanyak 1 (satu) unit.
“Pesawat CN235-220 produk PTDI sudah dikenal luas di berbagai Negara sebagai
pesawat multi guna yang efektif dan efisien dan dapat beroperasi dari landasan
dengan kondisi terbatas,” ungkap Dirut PTDI, Budi Santoso.
CN235-220M Multi Purpose Aircraft untuk Angkatan Udara Senegal ini memiliki
konfigurasi yang dapat diubah dengan cepat (Quick Change Configurations)
seperti paratroop, medical evacuation, VIP transport dan passanger transport
karenanya mampu menjawab kebutuhan di Negara-negara Asia dan Afrika. “Ini
adalah bukti kemampuan bangsa Indonesia dalam menguasai teknologi tinggi,”
jelas Budi Santoso.
CN235-220M Multi Purpose Aircraft untuk Angkatan Udara Senegal akan
diterbangkan dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung ke Dakar, Senegal dengan
melalui rute Bandung - Medan - Kolombo - Maldives - Pakistan - Riyadh -
Khartoum - Chad - Burkina Faso - Dakar, Senegal.
CN235-220M Multi Purpose Aircraft dilengkapi pintu depan yang bisa dipakai
sebagai pintu masuk/keluar untuk VIP/VVIP, dan pintu belakang khusus yang
dibuka ke arah dalam dan cukup besar untuk dipakai saat operasi terjun payung.
Sementara ramp door yang ukurannya cukup besar dan tetap ada untuk keluar masuk
barang bahkan dapat digunakan untuk memasukkan kendaraan kecil.
Harapan Pemerintah dengan kegiatan Ferry Flight untuk Senegal
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto menyampaikan dalam sambutannya, bahwa
kegiatan ferry flight CN235-220M Multi Purpose Aircarft untuk Angkatan Udara
Senegal sebagai bukti pengakuan dunia terhadap produk pesawat terbang buatan
industri dalam negeri dan ucapan selamat kepada PTDI atas keberhasilannya
melakukan ferry flight pesawat ini.
“Pemerintah memberikan prioritas pada industri transportasi sebagai salah satu
industri andalan,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.
Indonesia bangga kepada PTDI sebagai satu-satunya industri dirgantara di
kawasan Asia Tenggara. Diharapkan di tahun berikutnya, PTDI dapat meningkatkan
jumlah produksi pesawat maupun helikopter untuk dikirim baik dalam negeri
maupun luar negeri sekaligus meningkatkan diversifikasi produk sesuai kebutuhan
pasar.
PTDI juga saat ini sedang mengembangkan pesawat N219, pesawat tersebut
berpenumpang 19 orang yang diharapkan mampu menjadi sarana konektivitas wilayah
Indonesia yang sebagian besar terdiri dari kepulauan. Pesawat N219 ini adalah
pesawat perintis yang didesain sesuai dengan karakteristik wilayah di Indonesia
yang memiliki kemampuan diantaranya mampu mendarat di ketinggian tertentu di
wilayah Papua serta mampu mendarat di kondisi yang tidak beraspal.
Pemerintah berharap pesawat N219 dapat terbang perdana tahun 2017, selanjutnya
pemerintah meminta PTDI merencanakan pengembangan jenis pesawat lain yaitu
pesawat N245 yaitu pesawat propeler dengan penumpang hingga 50 orang. “Pesawat
ini masuk dalam project prioritas nasional dan project ini juga contoh untuk
menghubungkan kota-kota yang ada di wilayah Indonesia,” kata Menteri
Perindustrian, Airlangga Hartarto.
Di sektor industri pendukung pada tahun 2015, Kemenperin telah memutuskan
Indonesia Aircraft and Component Manufacturer Association (INACOM), yang
terdiri dari berbagai industri di bidang metal, karet, plastik, serta lembaga
riset dan konsultan. Indonesia Aircraft and Component Manufacturer Association
(INACOM) diharapkan mampu menyediakan komponen pesawat terbang produksi dalam
negeri, INACOM juga menjadi bagian penting dalam added value industri pesawat
terbang dunia, menjadi penyedia utama komponen, dan pada saat terbang perdana,
komponen TKDN masuk sejumlah 40 persen. Dan diharapkan akan meningkat menjadi
60 persen pada tahun 2019.
Populasi Pesawat Terbang CN235 Produksi PTDI di Dunia
PTDI telah berhasil memproduksi dan mengirimkan 62 unit pesawat terbang CN235,
baik dalam negeri maupun luar negeri. PTDI telah mengekspor sebanyak 35 unit
pesawat terbang CN235 kepada pemesannya di luar negeri, yaitu Venezuela,
Senegal, Burkina Faso, Uni Emirat Arab, Pakistan, Turki, Malaysia, Korea
Selatan, Thailand dan Brunei Darussalam.
Sedangkan pelanggan dalam negeri adalah TNI AU, TNI AL dan Merpati Nusantara
Airlines.
Venezuela, Negara Amerika Latin itu pernah membeli 1 (satu) unit CN235 sebagai
alat angkut penumpang. Burkina Faso di Afrika Barat telah membeli 2 (Dua) unit
CN235 sebagai alat transportasi militernya. Pakistan membeli 4 (Empat) unit
CN235, tiga di antaranya untuk mengangkut pasukan militer, sedangkan satu
lainnya digunakan sebagai alat transportasi very important person (VIP).
Keunggulan CN235 terdengar sampai negara-negara yang lebih maju seperti Uni
Emirat Arab, Korea Selatan, Turki, Brunei Darussalam, dan Malaysia. Negara-negara
tersebut memesan CN235 dengan berbagai konfigurasi sesuai kebutuhan.
Uni Emirat Arab membeli 6 (enam) unit CN235 untuk keperluan angkut militer dan
1 (satu) unit pesawat terbang berjenis sama sebagai alat transportasi very very
important person (VVIP).
Brunei Darussalam memilih CN235 sebagai kendaraan angkut VVIP. Sementara
Malaysia membeli 6 (enam) unit CN235 untuk mengangkut pasukan militer, dan 2
(dua) unit lainnya sebagai alat angkut VVIP.
Turki pun memesan 6 (enam) unit CN235 MPA dan 3 (tiga) unit CN235 jenis
maritime surveillance aircraft (MSA).
Korea Selatan juga menjadi konsumen pertama yang paling banyak menggunakan
produk PTDI. Tak tanggung-tanggung, Korea Selatan membeli 12 (dua belas) unit
CN235 untuk berbagai keperluan. Tujuh unit di antaranya untuk alat transportasi
militer, satu unit untuk angkutan VVIP yang digunakan oleh ROKAF (Royal Korea
Air Force), dan empat unit untuk MSA yang digunakan oleh KCG (Korea Coast
Guard).
Keunggulan pesawat terbang CN235-220
Pesawat terbang CN235-220 memiliki keunggulan yakni:
1. Dapat lepas landas dengan jarak yang pendek, dengan kondisi landasan yang
belum beraspal.
2. Mampu mengangkut 49 penumpang termasuk pilot dan co-pilot dan merupakan
pesawat terbang multiguna untuk berbagai macam misi, seperti pesawat terbang
angkut penerjun, evakuasi medis, pesawat terbang kargo, pesawat terbang sipil
maupun pesawat terbang VIP dan VVIP.
3. Memiliki ramp door yang mampu membawa mobil di dalamnya.
4. Memiliki sistem avionik terbaru modern dan Full Glass Cockpit.
5. Multihop Capability Fuel Tank, yaitu teknologi yang memungkinkan pesawat
terbang tidak perlu mengisi ulang bahan bakar untuk melanjutkan penerbangan ke
rute berikutnya.
6. Quick Change Configuration, Retractable Landing Gear, High Wing
Configuration.
7. Memiliki harga yang kompetitif dengan biaya perawatan yang murah.
Pengerjaan pesawat terkontrak pada periode tahun 2016
PT.Dirgantara Indonesia selama periode 2016 telah dan sedang mengerjakan
pesanan pesawat dari berbagai tipe dan konfigurasi pesawat, antara lain:
1. C212-200 pesanan TNI-AU sebanyak 1 unit
2. C212-400 pesanan Thailand sebanyak 1 unit
3. C212i-200 pesanan Philipines Air Force sebanyak 2 unit,
Vietnam 3 unit, TNI AU 2 unit
4. C295 pesanan Polisi Udara sebanyak 1 unit, TNI- AU untuk
misi khusus 1 unit
5. CN235 pesanan TNI-AU sebanyak 1 unit, TNI AL 3
unit, ROYAL THAI POLICE 1 unit, AD TRADE 2 unit(Senegal dan Togo)
6. NSP22 pesanan PAPUA NEW GUINE 1 unit.
Total pesanan yang dikerjakan pada periode 2016 sebanyak 19 pesawat. Sementara
3 pesawat telah selesai dan sudah dilakakukan serah terima, antara lain:
C212i-200-Philipines Air Force 1 unit, CN235- ROYAL THAI POLICE 1 unit,
CN235-AD TRADE Sinegal 1 unit pada akhir tahun ini.
Sumber info:
Humas PT. DI

No comments:
Post a Comment